Masyarakat Meminta PT MHP Harus Bertanggung jawab Rusaknya Jalan Simpang Raja Jeramba Besi

                         dutaonline.co.id
 DO.co.id PALI. Jalan poros Simpang Raja-Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini kondisinya nyaris putus, terutama jalur yang dilintasi armada pengangkut kayu milik PT Musi Hutan Persada (MHP) sepanjang lebih kurang 2,5 KM.

Kondisi semakin buruknya akses vital masyarakat Bumi Serepat Serasan itu mengundang reaksi keras para tokoh pemekaran Kabupaten PALI yang meminta agar perusahaan tersebut untuk membangun jalan sendiri, sebab perusahaan itu dinilai telah menyebabkan cepat rusaknya jalan yang telah dicor beton oleh pihak Pemda PALI.

"Masyarakat saat ini tidak lagi bisa menikmati jalan tersebut, kami nilai jalan itu bukan nyaris putus, tetapi sudah putus lantaran kendaraan roda empat milik masyarakat tidak bisa tembus jalan itu, kecuali mobil doble gardan," ungkap Iskandar, tokoh pemekaran PALI, Senin (22/4).

Meski saat ini tengah diperbaiki pihak MHP, tetapi perusahaan itu dianggap Iskandar lelet dalam pengerjaan.

"Walaupun diperbaiki, tetap saja tidak akan bertahan lama. Pasalnya, bobot kendaraan pengangkut kayu tidak sebanding dengan kualitas jalan. Untuk itu, kami mendesak perusahaan tersebut membuat jalan sendiri yang hanya 2,5 KM panjangnya, jangan bisa merusak jalan rakyat," tandasnya.

Sikap tegas juga dilontarkan Iwan Pidin, tokoh pemekaran PALI lainnya. Dengan lantang pria berkacamata ini bakal mengerahkan masa untuk menutup jalan tersebut kalau MHP tidak secepatnya memperbaiki jalan tersebut.

"Percepat pekerjaan jalan itu dengan menambah pekerjanya, masyarakat butuh makan karena saat ini jalan itu putus. Jangan hanya bisa numpang lewat saja, tapi harus bertanggung jawab. Kami juga setuju agar pihak MHP bangun jalan sendiri," tegasnya.

Terpisah Yan Adha, Publik and Relation PT MHP secara singkat melalui via whatsApp menyebut bahwa dirinya akan menyampaikan desakan sejumlah tokoh PALI yang menginginkan agar perusahaan itu membangun jalan sendiri ke atasanya.(Nr96/red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama