WARGA BETUNG BERHARAP KIRANYA PASAR YANG SUDAH DIBANGUN DAPAT DIPUNGSIKAN

PALI.DO.co.id Keberadaan pasar yang telah dibangun seyogyanya bisa bermanfaat bagi warga sekitar sebagai tempat transaksi dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, rupanya masih jauh dari harapan. Pasalnya, dibeberapa tempat diwilayah Bumi Serepat Serasan, bangunan pasar yang telah selesai dibangun, hanya diselimuti semak belukar dan hingga kini belum jelas kapan difungsikan.

Seperti di bangunan pasar rakyat Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Tampak bangunan yang dikerjakan bersumber dari APBN dengan nilai milyaran rupiah yang selesai dibangun tahun 2018 tersebut tidak terawat dan ditumbuhi semak belukar.

Hal ini tentu mengundang reaksi dari berbagai kalangan, dimana sebelumnya anggota Dewan PALI menginginkan pemerintah agar mengoperasikan pasar-pasar yang telah dibangun, dan kali ini datang dari sejumlah warga.

"Sangat disayangkan saja, kenapa bangunan yang telah kokoh berdiri dibiarkan, kan mubazir," ujar Jhen, salah satu warga Desa Betung, Minggu (25/8).

Sama diutarakan Asmadi, warga Betung lainnya bahwa pemerintah, dari Kabupaten sampai tingkat desa harus bersikap tegas untuk merelokasi pasar yang ada saat ini.

"Pasar yang ada di Desa Betung kami nilai memang masih layak, namun berada di tengah-tengah pemukiman menjadi salah satu poin pasar tersebut bisa mengganggu aktivitas warga lainnya, salah satunya kemacetan. Untuk itu memindahkan pasar cara efektif agar bangunan pasar yang menelan anggaran tidak sedikit bisa dimanfaatkan," sarannya.

Terpisah, Camat Abab, Emilya S sos menyebut bahwa belum difungsikannya gedung pasar rakyat di Desa Betung masih ada yang belum diselesaikan.

"Masih ada yang belum selesai, jadinya belum bisa dioperasikan. Untuk semak belukar nanti kita bersihkan. Namun meski ditumbuhi semak belukar, kondisi pasar masih kokoh dan terawat, dan untuk pengoperasiannya tinggal menunggu waktu tepat saja," terang Camat.#red

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama