PALI, 26 April 2026
Tim Goresan Aksara dari Program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan melakukan penelitian langsung terhadap warisan budaya Surat Ulu (Kaganga) di Desa Pengabuan ( Pengabuan Timur), Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), pada 25 April 2026.
Tim yang terdiri dari Muhammad Affan Ridhollah, M.Hum., Berlian Susetyo, S.Pd., M.Hum., dan Putra Madani Arifin, S.Hum., meneliti tiga naskah kuno yang hingga kini masih tersimpan dengan baik oleh masyarakat setempat
Dalam penelitian tersebut, tim menemukan dua jenis media penulisan, yakni dua naskah yang ditulis pada tanduk kerbau dan satu naskah yang ditulis pada gelondongan bambu.Berdasarkan pengamatan awal, naskah yang terdapat pada tanduk kerbau diduga menggunakan dialek khas Desa Pengabuan pada masa lampau. Sementara itu, naskah yang ditulis di atas bambu menunjukkan perbedaan cukup mencolok, baik dari segi gaya bahasa maupun dugaan asal dialeknya yang hingga kini masih belum dapat dipastikan.
Tim peneliti mengungkapkan adanya perbedaan gaya bahasa antara naskah bambu dan naskah pada tanduk kerbau. Saat ini, terdapat dua kemungkinan yang tengah dikaji, yakni apakah naskah tersebut merupakan dialek asli Pengabuan tempo dulu atau justru berasal dari luar wilayah, seperti daerah hulu atau kawasan lain yang memiliki keterkaitan historis dengan masyarakat setempat.
Selain itu, dari kajian awal yang masih bersifat sementara, tim juga menemukan indikasi bahwa masing-masing naskah memiliki fungsi yang berbeda. Naskah pada tanduk kerbau pertama diduga memuat informasi mengenai tapal batas wilayah yang berkaitan dengan kesepakatan ruang hidup masyarakat pada masa lampau.
Sementara itu, naskah pada tanduk kerbau kedua diperkirakan berisi tata cara hukum adat, khususnya terkait aturan dan prosedur dalam membuka lahan pertanian.
Adapun naskah yang ditulis pada media bambu menunjukkan karakter yang berbeda. Dari pembacaan awal, isi tulisan tersebut lebih mengarah pada bentuk surat perintah atau pesan yang berisi anjuran untuk mempelajari ilmu pengetahuan serta mengamalkan kebaikan sebagai bekal keselamatan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
Karena tingkat kerumitan bahasa dan kekhasan aksara yang digunakan, tim menyatakan bahwa hasil terjemahan dan kesimpulan akhir belum dapat dipublikasikan dalam waktu dekat. Proses penelitian masih terus berlangsung untuk mencocokkan kosakata, memahami makna filosofis, serta menelusuri jejak sejarah penyebaran dialek tersebut guna menghindari kesalahan penafsiran.
Penelitian ini merupakan bagian dari upaya pelestarian khazanah kepustakaan dan budaya Nusantara, sekaligus untuk mengungkap sejarah hubungan budaya masyarakat Desa Pengabuan ( Pengabuan Timur) dengan wilayah lain pada masa lalu.
Alam Sadat dan Ibu Komria selaku pemegang pusaka naskah tersebut menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan penelitian ini. Mereka berharap hasil kajian nantinya dapat memberikan kejelasan mengenai makna dan pesan yang terkandung dalam tulisan pada bambu maupun tanduk kerbau tersebut.
Melalui penelitian ini, diharapkan dapat terungkap jejak peradaban lama di Desa Pengabuan serta memperkuat dugaan bahwa wilayah tersebut telah memiliki peradaban sejak masa lampau, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan era Kesultanan Palembang.(Wnl)


إرسال تعليق