PROYEK PEMELIHARAAN JAMBATAN TANAH KERING DESA MUKUT DIDUGA DIKERJAKAN ASAL JADI MARK UP SERTA KURANGNYA PENGAWASAN PIHAK TERKAIT - DutaOnline

Post Top Ad


PROYEK PEMELIHARAAN JAMBATAN TANAH KERING DESA MUKUT DIDUGA DIKERJAKAN ASAL JADI MARK UP SERTA KURANGNYA PENGAWASAN PIHAK TERKAIT

Share This
BANYUASIN dutaonline.co.id kamis (9/7-2020)

Pemkab Banyuasin Sumatera Selatan Indonesia telah mengucurkan dana miliaran rupiah untuk memperbaiki atau pembangunan infrastruktur jalan gedung perkantoran, gedung sekolah, gedung olahraga, gedung kesenian, gedung kesehatan dan juga jambatan, tentunya harapan pemerintah dan masyarakat pembangunan itu sesuai spesifikasi dan bermanfaat serta berkualitas dan berjangka lama,
Dikatakan "Sudir warga Desa Mukut yang rumahnya di ujung jambatan tanah kering, "mengatakan pekerjaan pemeliharaan jembatan tanah kering,
Namun apa jadinya jika sebuah proyek pembangunan yang dikerjakan asal jadi, seperti proyek proyek pemeliharaan jembatan tanah kering di Desa Mukut Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Indonesia diduga dikerjakan asal jadi serta kurangnya pengawasan dari dinas terkait
pekerjaan pemeliharaan jembatan tanah kering,
bahwa pekerjaan pemeliharaan 1 unit jembatan tanah kering, yang dikerjakan CV MIKHA KARYA, dengan penanda tangan kontrak 13 Oktober 2019,
nilai HPS Rp 1, 249,989,955,85 
Harga penawaran Rp 1,220,671,735
Harga terkoreksi Rp 1,220,671,735
Hasil negosiasi Rp 1,085,179,138
Nama perusahaan CV MIKHA KARYA 
Beralamat jalan Mayor Salim Batubara Lr Langgar No 90 Rt 001 Rw 001 20 ilir ll Kemuning Palembang (kota) kata Sudir
Lanjut "Sudir warga Desa Mukut saya perhatikan pekerjaan pemeliharaan jembatan tanah kering itu minim pengawasan dari Dinas PU Banyuasin saat pelaksanaan pekerjaan jembatan tanah kering tersebut,yang pekerjaannya selesai pada bulan Februari 2020 lalu, bapak lihat saja dugaan ada beberapa banyak besi yang keropos dan besi bekas yang di pasang di jembatan itu, banyak yang tidak di ganti dengan besi baru mereka pakai beberapa besi bekas ungkap Sudir
Ditambahkan "Sudir lagi, yang saya ketahui jumlah besi H sebanyak 42 batang, pajang 6 meter, karena besi H tersebut tertumpuk didepan rumah saya,dan menggunakan besi H dari jembatan lain, besi bekas jembatan lain yang ada Desa Mukut, tidak ada Besi H panjang 12 meter, semuanya pakai besi H 6 meter, itupun besi cabutan dari jembatan lain, yang tumpukan tidak jauh dari rumah pak RT, sebanyak lebih kurang 26 potong, ukuran 1 meter sampai 4 meter, Dugaan saya dana pemeliharaan jembatan tanah kering Desa Mukut di perkirakan 400 juta jelas Sudir

Masih dikatakan Sudir, saya salah satu nya korban dari proyek pemeliharaan jembatan tanah kering itu,gaji saya belum dibayar oleh tukang Las, lebih kurang 5 juta rupiah,dan belum termasuk runsum makan,saya tidak pernah ketemu dengan kontraktor nya,tapi sebagai pelaksana lapangan,pak Yurni mantan Dinas PU Banyuasin,

Diungkapkankan Sudir lagi, ditambah biaya tukang las sebesar 95 juta rupiah, artinya kontraktor yang mengerjakan proyek pemeliharaan jembatan tanah kering itu, anggaran tahun 2019, mendapatkan keuntungan lebih besar dari biaya pelaksanaan,wajar bila dikatakan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jembatan tanah kering jadi bancakan yaitu Mark Up

Patuh diduga proyek pemeliharaan jembatan tanah kering Desa Mukut Banyuasin Besi Bancakan Banyak Mark Up besi,dugaan ada kerugian Negara ratusan juta rupiah

saya berharap kepada kontraktor CV Mikha Karya tolong gaji dan runsum makan saya tolong dibayar harap Sudir(adv tim berita)

Laporan Dedi Irawansyah
Editor red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages