PRODUKSI ES BALOK PPI NIPAH PANJANG KADANG TAK MENCUKUPI,SEBAGIAN NELAYAN MENGELUH - DutaOnline

Post Top Ad


PRODUKSI ES BALOK PPI NIPAH PANJANG KADANG TAK MENCUKUPI,SEBAGIAN NELAYAN MENGELUH

Share This

Tanjabtim.do.co.id

Sebagian dari nelayan kecamatan Nipah panjang mengeluhkan ketersediaan es balok untuk pengawetan ikan yang sangat minim, terutama disa'at salah satu diantara pabrik produksi es balok ada yang tidak beroperasi.Akibat kebutuhan yang tidak tercukupi,sebagian nelayan merasa agak terganggu dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.Hal ini tentu saja dapat merugikan mereka.

Menurut Salah seorang nelayan, Slaming mengeluhkan ketersediaan es balok untuk pengawetan ikan.menurutnya pabrik es balok PPI Nipah Panjang Tanjabtim tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan es balok sebagian para nelayan di kecamatan nipah panjang.


“Kebutuhan es balok untuk nelayan kadang tidak mencukupi,dengan keterbatasan es balok tersebut sehingga menyebabkan sebagian nelayan agak terganggu aktifitasnya melaut.apalagi kalau salah satu pabrik es ada yang rusak,terpaksa dipesan dulu."ungkapnya Slaming Sa'at dikonfirmasi. Kamis (25/03/2021)


Menanggapi hal ini, salah satu pengelola Pabrik Es Balok PPI Nipah Panjang dibawah naungan DKP Provinsi Jambi Eswedi.Spi menerangkan bahwa,Dalam pernyataannya mengakui dengan keterbatasan produksi es balok untuk nelayan di pabrik es PPI Nipah panjang.


“kita mengakui dengan keterbatasan produksi es balok di pabrik PPI ini yang seharusnya memproduksi sekitar 600 balok sementara yang ada hanya 310 balok setiap produksi.dan kita juga membenarkan pernyataan nelayan bahwa sistim penyaluran es balok ke nelayan memakai sistim pesan dulu dengan mendahulukan langganan.” jelasnya.


Sementara itu Eswedi juga menambahkan,untuk mengakomodir keterbatasan produksi es balok di pabrik es PPI Nipah panjang pihaknya telah mengusulkan ke dinas namun belum terealisasi.


“kami sudah  berusaha untuk meminta bantuan ke Dinas untuk pengadaan mesin, karena faktor anggaran sehingga belum terealisasi.ucap Eswedi


Laporan


FIRDAUS SINRANG

EDITOR RED

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages