Protes Masyarakat Setempat Proyek Peningkatan Pengaspalan Jalan Raja-Tanah Abang Dugaan Pemborong Hanya Inginkan Untuk Besar - DutaOnline

Post Top Ad


Protes Masyarakat Setempat Proyek Peningkatan Pengaspalan Jalan Raja-Tanah Abang Dugaan Pemborong Hanya Inginkan Untuk Besar

Share This

PALI dutaonline.co.id rabu (12/01) Pada dasarnya masyarakat sangat Menyambut baik serta mengapresiasi dengan pemerintah menganggarkan dana untuk pembangunan peningkatan jalan aspal dalam Kecamatan Tanah Abang sepanjang 15 Kilo meter, namun kekecewaan serta rasa geram muncul ketika pembangunan yang menelan dana belasan miliar rupiah tapi hasilnya mengecewakan karna asal cepat selsai hingga tak mengutamakan kwalitas.
            tim dinas PU PR Kabupaten PALI tinjau langsung 


Hal itu disampaikan seorang aktivis sekaligus toko masyarakat Kecamatan Tanah Abang, yaitu Saputra Epriadi S.IP, yang lebih akrab dipanggil Bung Oga.

Menurut dia, masyarakat sangat berterima kasih karna jalan ini di bangun, bahkan ini sangat membantu meningkatkan perekonomian di daerah nya, tapi ketika hasil pekerjaan yang dikerjakan pihak rekanan tidak bagus, maka sangat membuat kecewa dan memicu kemarahan,


"Pemerintah sudah benar, pemerintah sudah menganggarkan dana untuk pembangunan peningkatan jalan sepanjang 15 kilo meter, demi kepentingan masyarakat banyak, tapi pihak pemborong ini yang hanya kejar untung besar, asal cepat selsai tanpa memikirkan bagaimana hasilnya, nah akhirnya hanya kwantitas namun tanpa kwalitas mutunya" ujar Bung Oga dengan nada Lantang kepada media ini, Selasa (11/01).


Ia juga mengatakan, dari depan Sekolah PGRI sampai depan Bank Sumsel Babel hingga depan Alfamart desa tanah Abang jaya, itu hanya di aspal tanpa di komplek terlebih dahulu, hingga diperkirakan tidak akan bertahan lama, bahkan sebelum itu selsai dia selaku mantan pejabat Kepala desa sudah mengingatkan ke pihak pemborong agar dikerjakan dengan bagus seperti pembangunan jalan aspal pada umumnya, namun hingga selsai mereka langsung pulang, tanpa pamit.


" Kalau masyarakat Awam mungkin bisa di bohongi, asal jalan sudah di aspal mereka sudah senang, tapi tidak semua masyarakat, masih banyak yang mengerti standar atau tidaknya pembangunan, berkualitas atau tidak, ini malah di pandang mata tidak rapi, kasar dan bergelombang, ada yang tipis bahkan baru selsai di bangun sudah retak -retak. Memang beginilah kalau pihak pemborong dari luar daerah, mereka tidak ada rasa memiliki, bahkan terkesan asal cepat selsai, asal dapat untung besar"Cetusnya.



Masih kata Oga, menurut dia, bukan hanya masyarakat yang kecewa dengan hasil pekerjaan itu, beberapa kepala desa yang dilalui pembangunan pun mengatakan kecewa dengan sikap pemborong, terlebih mereka sudah terlalu pintar bekerja cari untung besar, hingga tak memikirkan yang bakal menikmati hasil pembangunan, dan pemborong seakan-akan tidak mengerti tata Krama, hingga pulang meninggalkan Tanah Abang Tampa pamit lagi"kata Oga.



Menurut kepala dinas PU, Ristanto Wahyudi, ST. MT, dari hasil peninjauannya kelapangan, Senin (10/01), ia membenarkan terdapat kerusakan pada pinggiran badan jalan yang disebabkan pihak pemborong melakukan pengaspalan melebihi batas beton eksisting (bahu jalan ikut teraspal) sehingga pada saat dilewati mobil berat langsung membuat aspal tersebut amblas.


"Mengingat bahwa pekerjaan tersebut masih dalam masa pemeliharaan, maka

Tindakan yang diambil ialah, pertama Pada titik-titik kerusakan diberi tanda yang akan diperbaiki pihak rekanan,

Kedua, Diperintahkan pada pihak rekanan untuk membuang aspal-aspal yang berada di bahu jalan (yang sudah melewati beton rigid eksisting) dan mengganti dengan kerokos/sirtu" jelasnya kepada media ini.


Ristanto juga menambahkan kalau ada sekitar lima puluh meter aspal yang dikerjakan kurang bagus sehingga dia meminta pihak pemborong untuk mengerjakan ulang atau dilapisi dengan sandsheet agar permukaan jalan tersebut lebih bagus.


"Ya, terdapat juga sekitar 50 meter aspal yang hasil pekerjaannya agak kasar, maka diperintahkan kepada pihak rekanan untuk melapisi dengan sandsheet agar permukaan tersebut lebih halus, dan

Perbaikan-perbaikan tersebut harus dilaksanakan paling lambat bulan 6 sebelum masa pemeliharaan berakhir." Tutup Kepala Dinas PU.


Tim.Berita 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages