Diduga 2 Oknum Pegawai Samsat OI Aniaya Seorang Wartawan - DutaOnline

Post Top Ad


Diduga 2 Oknum Pegawai Samsat OI Aniaya Seorang Wartawan

Share This

Ogan ilir(OI) dutaonline.co.id

Kejadian naas menimpa salah seorang rekan wartawan dari media Sorot News, Made Sriseluke (50), yang menjadi korban penganiayaan diduga oleh dua orang oknum Pegawai Samsat Kabupaten Ogan Ilir (Oi), Sumatera Selatan, Inisial SP dan MZ beserta 4 orang temannya.


Peristiwa tersebut terjadi di terminal Ogan Ilir, pada Senin malam, (19/10/20), sekitar pukul 19.30 Wib, berawal saat Made Sriseluke (korban, red) menumpang beristirahat disamping sebuah pos penjagaan Dishub, tepatnya di terminal timbangan 32, Ogan Ilir.


Dari kejadian ini, menyebabkan korban yang akrab dipanggil Made ini mengalami luka lebam pada bagian pelupuk mata dan memar di kepala bagian belakang. Akibatnya, MS harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, pada hari Selasa,(20/10/20).


Menurut keterangan Made, ketika ditemui di ruang perawatan RS. Bhayangkara Palembang mengatakan, kejadian berawal saat para pelaku diantaranya SP dan MZ yang diketahui adalah oknum pegawai Samsat, beserta 4 orang temannya tiba-tiba datang dan memanggil dirinya dengan alasan hanya ingin berbincang-bincang soal uang Rp.4 juta yang dipinjam korban kepada salah satu pelaku.


"Mereka minta uang itu agar segera dikembalikan malam ini itu juga. Lalu saya sampaikan, kapan saya pinjam uang yang mereka maksud tersebut, dan kapan kamu menitipkan uang. Sedangkan malam itu saya tidak punya uang sama sekali ,"ungkap made.


Namun, sambung Made, saat itu salah seorang temannya malah langsung meyiram mata saya dengan serbuk cabe yang dicampur pasir. Hingga membuat mata saya tidak bisa melihat dan terasa sangat pedih, dalam keadaan itu mereka langsung memukuli saya beramai-ramai, lalu kemudian merampas tas juga handphone saya ,"ujarnya.


Dikatakan Made, setelah dirinya dikeroyok beramai-ramai, para pelaku membawanya ke suatu tempat yang ia sendiri tidak tau. Hingga sesampainya ditempat tersebut, dirinya dipaksa menandatangani sepucuk surat yang ia sendiri juga tidak tahu apa isi surat, karna kondisi matanya tidak bisa melihat dan membaca akibat disiram air cabe dan pasir.


Atas tindakan para pelaku yang dinilai tak manusiawi tersebut, istri Made mengutuk para pelaku dengan meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan agar bisa menghukum para pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


"Ya pak, kami akan membawa masalah ini ke jalur, agar kami bisa meminta kepada Polisi untuk mengambil tindakan atas perbuatan mereka yang tidak manusiawi itu. Sebab suami adalah tulang punggung kami, bila terjadi sesuatu dengan suami saya bagaimana kelak nasib saya dan anak-anak saya ,"ucap istri Made dengan mata berbinar.


Menyikapi hal tersebut, Saripudin Ranex selaku pimpinan redaksi (Pimred) Media Online dan cetak Sorot News, membenarkan perihal pengeroyokan yang dialami oleh wartawannya. Hal ini disampaikan Saripudin ketika dikonfirmasi melalui Via telepone seluler, Rabu (21/10).


Meskipun demikian, Saripudin menyampaikan, apapun permasalahannya, pihaknya tetap menyerahkan kepada pihak Kepolisian mengenai penanganan musibah yang dialami oleh wartawannya.


"Kita serahkan semuanya kepihak yang berwajib, saya yakin pihak berwajib pasti bisa menangani permasalahan yang sedang dialami oleh rekan kita Made. Sebab biar bagaimanapun negara kita adalah negara hukum, kita harus percaya kepada hukum yang berlaku. Yang salah pasti mendapat hukuman setimpal dengan perbuatannya ,"tutupnya (tim beeita)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages