GEMAPSI: Hasil Kajian Banjir Ahli Dari USU Dipertanyakan* - DutaOnline

Post Top Ad


GEMAPSI: Hasil Kajian Banjir Ahli Dari USU Dipertanyakan*

Share This

DUTAONLINE.CO.ID

Simalungun jum,at (19/11-2021)


Menindak lanjuti Rapat dengar Pendapat  Antara komisi D Provinsi Sumut ,pihak PTPN IV  dan GEMAPSI pada tanggal,2/11/2021 lalu di gedung DPRD Sumut, hari ini GEMAPSI kembali melakukan Rapat dengar pendapat di kebun unit marjandi Kamis,18/11/2011. Yang dipimpin langsung oleh ketua komisi D Delpin Barus.

Dalam rapat tersebut Tim ahli dari USU memaparkan hasil analisisnya dihadapan Angota DPRD, dihadapan Masyarakat Simalungun dan GEMAPSI, menurut tim ahli banjir disebabkan Sumber air dari pemukiman masyarakat dan persawahan sehingga air mengalir ke jalan.


Sehingga disarankan upaya yang dilakukan adalah melakukan pengalihan aliran air ke arah sungai atau lembah bukit sehingga dampak aliran banjir tidak megenai jalan pemukiman dan persawahan penduduk, selain itu tim ahli juga menyarankan supaya segera melakukan perawatan parit yang ada didalam kebun,



Menanggapi hasil temuan dari tenaga ahli USU itu, Delpin barus melempar ke peserta rapat supaya memberikan saran dan pendapatnya masing-masing, Saut bangkit Purba angota DPRD Provinsi Sumut komisi D mengatakan bahwa pendapat dari tim ahli itu tidak maksimal dan menurutnya belum bisa mengatasi banjir kalau hanya seperti itu yang akan dikerjakan,


“Dulu sewaktu masih kebun teh di sini, panei tongah ini tidak pernah banjir, kampung saya disini, saya tahu percis terkait hal ini, jadi aku pikir kalau hanya itu solusinya tidak bisa itu untuk mengatasi banjir ” tegas saut.


Hal senada juga ditambahkan ketua GEMAPSI Anthony Damanik Bahwa hasil kajian USU tadi yang menyarankan untuk membuat paret, dan mengalihkan aliran sungai, menurutnya itu sudah dilakukan oleh pihak PTPN IV namun hasilnya juga tidak maksimal, dan biasa-biasa saja, jika demikian patut kita pertanyakan kajian dari Ahli itu, kata Thony.


“Jika hanya disarankan untuk buat paret tidak buang sampah sembarangan, itu sudah pasti tidak bisa mengatasi banjir, yang kami harapkan tadi kesimpulan dari tenaga ahli dari USU itu mengkonversi sawit menjadi kebun teh atau tanaman lain yang sesuai dengan kelestarian lingkungan”


Jahenson Saragih Sekretaris GEMAPSI  juga mengatakan Bahwa banjir yang diakibatkan dari kebun marjandi sudah memakan korban, salah satu contohnya Sudah banyak sawah masyarakat marjandi yang sudah rusak, masyarakat sipoldas, tapi sampai saat ini apa yang telah dilakukan oleh pihak PTPN IV kepada masyarakat korban banjir itu? tanya Henson,.


Ia juga menyesalkan tidak adanya langkah kongkrit dari Pihak PTPN IV dalam penanganan banjir di Simalungun ini,


Direktur keuangan PTPN IV Budi, mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan apa yang telah dipaparkan tim ahli dari USU akan tetapi pada tahun depan di bulan Pebruari.


Dalam pertemuan tersebut turut hadir, mangapul purba, Rony Reynaldo, Iskandar Sinaga dan beberapa angota DPRD komisi D, Pihak dari PTPN IV turut hadir juga Direktur keuangan ,menejer kebun unit marjandi, menejer kebun marihat, HIMAPSI dan masyarakat sekitar .


dalam pertemuan, disepakati bahwa pihak PTPN IV akan melakukan apa yang disarankan tim ahli dari USU, dan akan dikerjakan pada bulan Pebruari 2022.


Setelah dibuat kesepakatan bersama, Anggota DPRD bersama GEMAPSI, pihak PTPN IV dan masyarakat melakukan kunjungan langsung ke lapangan melihat awal tititik banjir dan lokasi longsor di sipoldas kec.panei  dan simpang raya Dasma kec.panombeian panei akibat dari paret-paret yang dibuat pihak PTPN IV.


Delpin barus meninta kepada pihak PTPN IV dan pihak PU Sumut supaya segera kordinasi baik guna mengatasi kerusakan jalan rusak di Simalungun ini , tegas Delpin.(S.Hadi Purba)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages